Lewati

Blog

Beranda / Blog

Kami menyediakan kualitas produk dan layanan TERBAIK!

Pengertian dan Sejarah Pipa

Posted on 01 November 2020 by Admin
  • 20 View
  • 12 comments
  • 50 share
  • life style, friends, wonderful

Pipa adalah sebuah selongsong bundar yang digunakan untuk mengalirkan fluida/cairan atau gas. Terminologi pipa biasanya disamakan dengan istilah tube, namun biasanya istilah untuk pipa memiliki diameter lebih dari 3/4 in. Berdasarkan standard dalam pebuatannya, pipa biasanya di dasarkan pada diameter nominalnya, ia biasanya memiliki nilai ouside diamter (OD) atau diameter luarnya tetap sedangkan untuk tebalnya mengunakan istilah schedule yang memiliki nilai berfariasi.

Dalam sebuah pipa atau lebih tepatnya sistem pemipaan, kita akan mengenal istilah NPS. NPS yang memiliki kepanjangan dari Nominal Pipe Size adalah istilah yang menunjukan diameter nominal (bukan ukuran sebenarnya) dari sebuah pipa. Maksudnya nominal disini adalah hanya angka standar yang digunakan sebagain satuan umum. Contohnya adalah ketika kita menyebutkan pipa 2” (dua in) Maka pipa tersebut memiliki ukuran sekitar dua in, namun ukuran aslinya bila di ukur tidak tepat dua in. Nilai dua in tersebut hanya nominal yang di gunakan untuk meyebutkan jenis pipa agar baik penjual atau pemakai sama sama tahu, tetapi bukan ukuran sebenarnya.

Pada awalnya, memang ukurang pipa yang di tunjukan adalah IDnya, yang dikenal dengan IPS (iron pipe size). Pipa dengan IPS 6, maka ia memiliki nilai diameter pipa sekitar 6 inc, begitu juga untuk ukurang 2 inc, 4 inc dan lain sebagainya. Pada waktu itu, ukuran ketebalan pipa hanya satu, yang dikenal dengan standard (STD).

Namun dengan meningkatnya pengunaan pipa, terutama untuk pressure yang sangat tinggi, maka digunakan lah pipa dengan ketebalan yang maximum, yang dikenal dengan extra strong (XS). Semakin tinggi pressure, maka semakin tebal sebuah pipa. Ketebalah tersebut didalam sebuah system pemipaan dikenal dengan istilah schedule (SCH).

Jadi, NPS tadi menunjukan Diameter Outside dari sebuah pipa, sedangkan schedule itu menunjukan ketebalan dari sebuah pipa. So, untuk setiap pipa akan memiliki diameter luar yang sama, yang nilainya belum tentu sama dengan nominalnya. Hanya untuk nominal diatas 14 in, diameter luar pipa pesis sama dengan nominalnya.

Pipa sendiri di bedakan menjadi dua istilah, piping dan pipeline. Piping di gunakan untuk istilah pipa yang mengalirkan dari satu tempat ke tempat lain dalam jarak yang berdekatan, sedangkan pipa yang digunakan berukuran relatif kecil. Sedangakan pipeline istilah tersebut digunakan untuk mengalirkan fluida dari satu fasilitas (plant) ke plant yang lain, dan biasanya ukurannya sangat besar.

Sejarah

Piping menurut sejarah, pertama kali digunakan oleh masyarakat china untuk mengalirkan air ke pertanian mereka kira kira 3000 tahun sebelum masehi. Selain penduduk cina, penduduk di daerah yang dahulu di sebut valley (sekarang pakistan dan sebelah utara india) pada tahun 2500 sebelum masehi terkenal sebagai ahli dalam pembuatan jaringan pemipaan rumah-rumah.

Selain negara tersebut, mesir juga tercatat dalam sejarah ketika penduduknya berhasil mengalirkan air sungai Nil untuk mengalirakan sawah sawah mereka. Negara Roma juga berhasil dalam hal mendesain dan mendirikan jaringan pemipaan khususnya untuk keperluan air minum, mandi dan air mancur pada abad 150 sesudah masehi.

Penggunaan
  • Pipa ledeng, untuk mengalirkan air dalam rumah tangga
  • Pipelines | Transportasi pipa gas atau cairan dalam jarak yang sangat panjang
  • Sebagai komponen mekanikal seperti:
    • Rollers, pemutar dalam konveyor
    • Bearing
  • Untuk indurstri minyak atau gas:
    • Sebagai pengeboran minyak
    • Mengalirkan minyak atau gas untuk diolah
  • Mengalirkan fluida, baik berbentuk gas atau cair

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked